Nina sudah mencoba berbagai cara untuk menurunkan berat badannya, tetapi tetap saja berat badan Nina tidak turun, malahan cenderung naik. Nina sudah berdiet, mengurangi porsi di setiap makannya. Selain itu, Nina juga sudah mengikuti olahraga di fitness club. Akan tetapi, saat Nina bertengkar dengan pacarnya, atau saat pekerjaan menumpuk di kantor, Nina mengemil untuk menghilangkan rasa sedih dan stresnya. Tanpa sadar, biasanya Nina dapat menghabiskan 2 potong es krim, sekotak coklat, dan sebungkus snack sambil menonton film, padahal ia baru saja makan malam. Apa yang salah dengan Nina? Emotional Eating
Fenomena yang terjadi pada Nina diistilahkan sebagai emotional eating. Emotional eating merupakan respon terhadap emosi yang dilampiaskan dengan cara makan meskipun kondisinya sedang tidak lapar. Dan secara tidak sadar, fenomena ini dapat memicu seseorang mengalami berbagai kelainan makan seperti binge eating atau bulimia nervosa. Binge eating sendiri merupakan keadaan dimana seseorang makan dalam porsi yang berlebihan dan dapat dikatakan tidak normal sementara bulimia nervosa merupakan kelainan yang membuat seseorang makan sangat banyak kemudian dimuntahkan kembali. Dan bagi mereka yang menderita obesitas pada umumnya termasuk kelompok emotional eaters.
Beberapa teori menjelaskan mengenai fenomena ini. Teori psikosomatik menjelaskan bahwa orang yang melakukan emotional eating karena tidak sensitif terhadap rasa lapar atau kenyang yang berasal dari dalam tubuh. Sementara teori eksternalitas menyatakan bahwa orang merespon secara berlebihan terhadap adanya rangsangan yang berhubungan dengan makanan dari sekitarnya tetapi tidak sensitif terhadap sinyal lapar dan kenyang dari dalam tubuhnya. Teori lainnya, restraint theory, menyatakan bahwa rangsangan makanan dari luar dan emosi negatif dapat mengganggu usaha untuk membatasi asupan makanan dan mengontrol berat badan.(wrp)
Anda termasuk Emotional Eater?
Untuk mengetahui apakah Anda termasuk emotional eater atau tidak, coba ikuti tes yang dilakukan oleh WRP science beauty life ini.
klik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar